Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
Pemanfaatan berbagai bahan organik sebagai media tanam, menjadi salah satu alternatif semakin terbatasnya media tanam untuk proses pembibitan pohon kelapa sawit.
Masa pembibitan merupakan penghasil bahan tanam yang sangat berpengaruh terhadap potensi produksi kelapa sawit di masa tanaman menghasilkan. Bibit yang berkualitas sangat bergantung kepada manajemen, praktik dan perawatan yang tepat (Manaf dan Omar 2014). Salah satu hal yang mendukung tercapainya bibit berkualitas adalah penggunaan media tanam yang tepat.
Media tanam bibit kelapa sawit harus bersifat permeabel, memiliki kandungan hara dan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Media tanam bibit kelapa sawit umumnya menggunakan campuran top soil dengan pasir atau bahan organik. Namun, permasalahan yang muncul sekarang adalah berkurangnya ketersediaan top soil karena berbagai hal seperti erosi tanah, pengembangan kelapa sawit ke lahan marginal (Sutarta et al. 2005), dan banyaknya kegiatan-kegiatan yang tidak ramah lingkungan sehingga menurunkan kualitas tanah.
Alternatif bahan organik yang dapat digunakan sebagai media tanam sangat beragam, beberapa diantaranya adalah daun alang-alang, serbuk gergaji, bunga jantan kelapa sawit post anthesis, sekam padi, dan daun kelapa sawit. Keenam bahan organik tersebut merupakan residu tanaman pasca panen yang memiliki kandungan unsur hara tinggi, sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Kandungan hara Nitrogen keenam bahan tersebut berkisar antara 0.40-2.32%, hara Fosfor 0.002-0.37%, dan hara Kalium 0.05-0.92% (berdasarkan hasil analisis tanah di Balai Penelitian Tanah Bogor). Selain mengandung unsur hara yang tinggi, keenam bahan organik tersebut juga memiliki kuantitas yang cukup tersedia di pasaran sehingga mudah didapatkan.
Pemanfaatan berbagai bahan organik ini diharapkan dapat menjadi alternatif media tanam pengganti top soil yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa sawit di masa pembibitan awal (Pre nursery). Bahan organik merupakan bahan alami yang mengandung senyawa karbon dan berasal dari mahkluk hidup (tumbuhan dan hewan) yang disimpan dalam komponen struktural bumi (Pettit 2014).
Buah kelapa sawit (brondolan) memiliki . . .










