Berita Lintas
sawitbaik

Titik Panas di Riau dan Sumatera Selatan Meningkat



Titik Panas di Riau dan Sumatera Selatan Meningkat

MUARO JAMBI – Kebakaran di perkebunan sawit dan akasia di Kabupaten Muaro Jambi kembali meluas sepekan terakhir. Kebakaran tersebar pada sejumlah titik konsesi perusahaan hutan tanaman industri akasia serta perkebunan sawit swasta dan masyarakat di Kecamatan Maro Sebo. Pemadaman yang difokuskan melalui jalur-jalur darat, Kamis, terkendala oleh minimnya sumber air.

Pantauan di lokasi, petugas terkendala oleh minimnya ketersediaan air di kanal yang hampir mengering di sekitar kebun. Dari empat mesin pompa yang didatangkan ke lokasi, hanya dua yang dapat digunakan karena suplai air tidak mencukupi. Padahal, kebakaran meluas. Tanaman sawit hangus hingga merobohkan tegakan batangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi M. Zaki mengatakan, pihaknya sampai harus mendatangkan pasokan air dalam tangki untuk mempercepat pemadaman. Namun, upaya itu belum mampu mengendalikan kebakaran.

Kepala Bidang Penerangan Satgas Kebakaran Hutan dan lahan Provinsi Jambi Mayor Imam Syafei mengatakan, revitalisasi kanal dan pembangunan sekarnya akan terus berlanjut agar areal gambut yang dibasahi lebih luas lagi.

Di Riau, ada kecenderungan titik api meningkat di Kabupaten Indragiri Hilir dan Pelalawan, “Tadi pagi, titik panas di Indragiri Hilir terpantau satelit hanya empat. Namun, apda sore hari, bertambah menjadi delapan. Titik panas juga terlihat di Meranti dan Pelalawan,” kata Kepada BPBD riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis.

Sementara, jumlah titik panas di Sumatera Selatan pun belum menunjukkan penurunan berarti selama sepekan terakhir meski armada darat, udara dan bantuan asing sudah dikerahkan. Hingga kemarin, jumlah titik panas di Sumsel masih fluktuatif dengan jumlah ratusan titik per hari.

Jumlah titik panas yang terpantau Satelit Terra/Aqua Modis di Sumsel pada Kamis sore sebanyak 393 titik atau tertinggi di Sumatera. Pada Rabu, titik panas di Sumsel sebanyak 296 titik atau sekitar 86 persen dari total titik panas di Sumatera yang sebanyak 344 titik sepanjang Rabu. (T2)