INFOSAWIT, AS - Indonesia ingin perusahaan-perusahaan minyak kelapa sawit besar mundur dari komitmen itu karena petani-petani kecil tidak mampu mengadopsi praktik-praktik kehutanan yang berkelanjutan.
Sebuah kelompok baru produsen minyak kelapa sawit yang dibentuk Indonesia dan Malaysia akan mengganti janji "tidak melakukan penebangan hutan" yang dibuat perusahaan-perusahaan kelapa sawit besar, dengan serangkaian standar yang diusulkan kedua negara, menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Selasa malam (13/10).
Indonesia ingin perusahaan-perusahaan minyak kelapa sawit besar mundur dari komitmen bersejarah yang dibuat dalam KTT perubahan iklim tahun lalu, dengan alasan bahwa hal itu membebani petani-petani kecil yang tidak mampu mengadopsi praktik-praktik kehutanan yang berkelanjutan.
Indonesia merupakan produsen dan eksportir terbesar minyak kelapa sawit di dunia, salah satu pendorong utama pembangunan ekonomi, dan ribuan petani kecil menghasilkan sekitar 40 persen dari hasil produksi kelapa sawitnya.
"Indonesia dan Malaysia telah sepakat menyelaraskan dan menggabungkan standar-standar kami," ujar Rizal kepada parlemen. (T2)










