INFO SAWIT, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengatakan, pemerintah akan menghentikan sementara waktu standar minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan Uni Eropa, setelah Indonesia dan Malaysia membentuk dewan negara penghasil kelapa sawit (Council of Palm Oil Producing Countiries/ CPop).
Selain itu, katanya, sebagaimana diberitakan KoranJakarta, Senin, pemerintah juga ingin lima perusahaan yang menandatangani Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP) mundur dari komitmen itu karena petani-petani kecil belum mampu mengadopsi praktik budidaya perkebunan negara barat.
“Sudah disepakati, kami akan hold standar negara barat yang merugikan Indonesia,” katanya.
Ia menilai, sebuah inisiatif ikrar minyak sawit berkelanjutan atau IPOPini telah membebani petani-petani kecil yang tidak mampu mengadopsi praktik-praktik kehutanan yang berkelanjutan.
Menurutnya, hal ini merupakan contoh bagaimana memperjuangkan kedaulatan bangsa Indonesia. “Kita ini produsen minyak kelapa sawit terbesar. Mengapa konsumen dari negara-negara maju yang membuat standar untuk kita seperti yang mereka inginkan,” tuturnya. (T3)










