INFO SAWIT, PEKANBARU – Ketua Pansus (Panitia Khusus) Perizinan Perkebunan, Pertambangan, Kehutanan dan lain-lain DPRD Riau, Suhardiman Amby menyebutkan, dari 230 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Provinsi Riau ternyata sebagian besar tidak punya Kebun Sawit sebagai pasokan bahan baku. Ini artinya PKS membeli dari luar yang menimblkan mala petaka bagi Riau.
“Di Riau terdata 230 PKS, seagian besar tidak punya kebun. Padahal sudah ada aturan PKS harus bisa pasok sendiri kebutuhannya sekitar 20%. Bahkan 12 PKS yang tergolong besar (BUMN, red) hanyamampu pasok kebutuhan sendiri sekitar 40 hingga 60%,” ujarnya.
Menurutnya, dampak yang terjadi PKS dalam mencari pasokan bahan baku tentu membeli dari luar. Inilah awal persoalan, terjadilah pembukaan lahan dari oknum dan masyarakat di kawasan yang dilarang seperti kawasan hutan dan sebagainya.
“Dampaknya kalau terjadi pembukaan lahan tentu aan ada pembakaran. Dengan pembakaran timbul asap, bencana ke mana-mana. Jadi selagi PKS ini tidak ditindak dengan tegas kalau perku di tutup yang tidak memenuhi aturan, bencana asap tidak akan pernah hilang” tuturnya seperti dikutip portal resmi Pemprov Riau, Jumat.
Ia berharap agar PKS ini disiplinlah. Beli bahan baku pada penjual yang betul-betul mengikut aturan. Sehingga kebun yang tidak punya izin ini akan rugisendirinya dan tutup. “Kita mau disiplin saja PKS ini sudah bisa menghilangkan masalah,” harapnya. (T3)










