INFO SAWIT, KUALA LUMPUR - Setelah situasi kabut asap yang membelenggu rakyat, sebuah perusahaan lokal, Biofuel Sdn Bhd, menawarkan solusi yang diklaim dapat mengurangi masing-masing 70% emisi karbon dioksida dan sulpur dioksida.
Direktur Biofuel Sdn P. Muguntha mengatakan, aditif diesel berbasis minyak sawit perusahaan itu - 'Biofuels' - perusahaan itu, menghemat penggunaan bahan bakar sebanyak 17,7% selain mengurangi 90% partikel dalam bentuk abu yang dibakar oleh kendaraan.
Muguntha mengatakan emisi dari kendaraan dikatakan memperburuk kondisi selain turut berkontribusi terhadap tingkat karbon dioksida negara dalam periode 10 sampai 12 tahun mendatang.
“Kami mengusulkan penggunaan biofuel karena kami sudah melakukan penelitian selama 14 tahun dalam aditif bahan bakar menggunakan minyak sawit, yang didukung dalam laporan QAS International, sebuah badan internasional yang setara Sistem Akreditasi Inggris.
“Banyak produk lain mengklaim mereka dapat mengurangi emisi karbon dioksida, namun kenyataannya tidak ada yang mampu melewati penghematan dan emisi karbon dioksida sebesar tiga persen seperti kami,” ujarnya.
Lanjutnya ia menjelaskan, seperti dilansir Bernama, Selasa, dari segi performa kendaraan, ia memberikan 9,95% lebih baik gema torsi yang diinginkan.
Dalam waktu dekat, ia mengatakan perusahaan itu akan menyerahkan hasil temuannya kepada Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) dan berharap dapat mengembangkan biofuel menggunakan komoditas itu untuk membantu meningkatkan harga minyak sawit.
“Kami berharap pemerintah akan terlibat bersama-sama kami, mengingat minyak sawit milik Malaysia, dan negara kita merupakan eksportir minyak sawit terbesar,” jelasnya. (T3)









