INFO SAWIT, BANDA ACEH – Masyarakat di Aceh resah dengan kiriman kabut asap dari provinsi tetangganya. Karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu menggangu aktivitas mereka.
Kabut asap yang memasuki Kota Serambi Mekkah terkadang pekat dan menyemburkan aroma menyengat, kini memasuki taraf yang mencemaskan masyarakat.
Biasanya ketebalan asap di Aceh, hanya terjadi di pagi hari dan sore hari. Namun pada hari Minggu, asap pekat bertahan dari pagi hingga sore hari. Sehingga jarak pandang hanya 800 meter.
“Ini sangat menganggu aktivitas Bandara,” kata Kasi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandara SIM, Zakaria, kepada Serambinews.com, Minggu malam.
Menurutnya terpaan asap dengan jarak pandang terbatas ini, semakin parah dan mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir, meskipun Aceh sendiri berada di musim penghujan.
Bahkan katanya, kabut asap tak hanya menyelimuti Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Tapi, kondisi yang tergolong parah, dialami Lhokseumawe, Nagan Raya, Meulaboh, Simeulu, Singkil, Blang Keujeuren dan Sabang. (T3)










