Berita Lintas
sawitbaik

113 Pabrik Sawit Miliki Potensi Pembangkit Listrik



INFO SAWIT, KUALA KUBU BARU- Pemerintah Malaysia telah mengidentifikasi 113 pabrik sawit yang potensial untuk pembangkit listrik dari sumber biogas sawit untuk menyalurkan listrik ke grid nasional di bawah program Tarif Galakan atau Fit in Tariff (FIT).

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas, Datuk Amar Douglas Uggah Embas mengatakan semua pabrik sawit tersebut terletak dekat dengan gardu listrik serta dapat menghubungkan pasokan listrik yang dihasilkan.

“Ada 12 pabrik sawit yang sudah terhubung ke jaringan tersebut, sementara 79 pabrik sawit kini berada dalam proses penyelenggaraan untuk menghubungkan listrik, tahun ini,” katanya kepada wartawan setelah peresmian proyek usaha patungan pabrik produksi komersial Biogas Alam Compressed (Bio-CNG ) pertama di dunia menggunakan sumber biogas sawit, Rabu.

Tanaman Komersial Bio-CNG yang terletak di Pabrik Sawit Felda Sg Tengi itu menggunakan limbah pabrik sawit.

Sebagaimana diberitaka media lokal Malaysia, Bernama, Tanaman Komersial Bio-CNG adalah proyek patungan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), Felda Palm Industries Sdn Bhd dan Sime Darby Offshore Engineering Sdn Bhd.

Tanaman tersebut mampu memproses 600m3 / jam biogas mentah yang dihasilkan dari laguna digester biogas tertutup untuk memproduksi Bio-CNG sebagai bahan bakar alternatif untuk bahan bakar berbasis fosil seperti bahan bakar gas cair (LPG) dan bahan bakar pertengahan (MFO).

“Meskipun potensi biogas adalah lebih menjurus ke pembangkit tenaga listrik, namun bagi pabrik yang terletak jauh dan tidak berpotensi untuk koneksi ke grid, Bio-CNG adalah alternatif untuk menghasilkan pendapatan dari sumber biogas,” ujarnya.

Uggah menjelaskan, biogas dari sumber limbah sawit memiliki potensi yang besar dalam memberikan kontribusi terhadap penggunaan energi hijau negara terutama dalam pembangkit tenaga listrik sebesar 536 MW pada tahun 2014. (T3)