INFO SAWIT, JAKARTA – Ditjenbun Kementan memberitakan pada Kamis, sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik menyebutkan, ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia ke Singapura sampai Agustus 2015 mencapai 480.250 ton atau senilai US$ 291.675 atau mengalami melandai 5,76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lau sebesar 509.617 ton atau senilai US$ 614.782.
Sepanjang Agustus harga sawit global bergerak di kisaran USD 590–USD 480 per metrik ton. Tren penurunan harga terus berlangsung mulai dari pekan pertama hingga pertengahan pekan keempat. Harga sawit telah jatuh di titik terendah yaitu US$ 480 per metrik ton.
Sedangkan harga rata-rata sawit global pada Agustus stagnan di level USD 539,3 per metrik ton atau turun 15% dibandingkan dengan harga rata-rata Juli lalu yaitu USD 630,6 per metrik ton. Anjloknya harga selain disebabkan lemahnya permintaan pasar global juga disebabkan stok minyak sawit Indonesia dan Malaysia masih berlimpah.
Volume ekspor minyak sawit Indonesia pada Agustus tahun 2015 secara agregat tercatat sebesar 2,10 juta ton atau terkerek 0,6% atau dari 2,09 juta ton pada Juli. Ekspor minyak sawit Indonesia stagnan pada saat harga CPO berada pada posisi harga terendah karena lemahnya daya beli dari pasar ekspor utama Indonesia yaitu China, India dan Uni Eropa.
Oleh karena itu, Indonesia masih berharap melalui Singapura, Ekspor sawit Indonesia akan terdongkrak naik meski masih relatif sedikit. (T3)







