INFO SAWIT, KUALA LUMPUR –Rabobank memperkirakan permintaan global untuk minyak sawit bersertifikat Roundtable Tentang Minyak Sawit Lestari (RSPO) akan meningkat dalam lima tahun menjadi 11 juta ton dari 5,3 juta ton pada 2014.
Dikutip Bernama, laporan baru yang dikeluarkan Rabobank hari Senin berjudul, 'Banyak Perisa Minyak Sawit Berkelanjutan', menunjukkan hampir semua pedagang dan pemasok minyak sawit di Eropa dan Amerika Serikat akan menjual minyak sawit bersertifikat tahun 2020.
Di Asia, lebih banyak perusahaan diharapkan meningkatkan komitmen kepada minyak sawit lestari dalam lima tahun akan datang dan permintaan untuk minyak sawit bersertifikat RSPO akan mencapai 2 sampai 3 juta ton, kata Rabobank yang bermarkas di Belanda dalam sebuah pernyataannya.
Indonesia dan Malaysia kini memproduksi 90 persen dari persediaan minyak sawit global.
Rabobank memperkirakan produksi minyak sawit bersertifikat akan mencapai 20 hingga 24 juta ton dalam periode yang sama, dengan kapasitas meningkat pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 64 persen, dari 619,000 ton pada 2008 menjadi 11,9 juta ton pada 2014, katanya.
“Banyak penggiat industri memberi komitmen kepada minyak sawit lestari menyusul peningkatan gesaan dari pengguna di seluruh dunia, tetapi rantai pasokan yang kompleks dan tantangan persediaan menciptakan kesenjangan di antara permintaan dan penawaran,” kata Direktur Makanan dan Penelitian Bisnis Pertanian, Pawan Kumar. (T3)










