InfoSAWIT, MEDAN - Untuk meningkatkan nilai tambah bagi industri sawit Indonesia, Kementerian Perindustrian tengah mendorong petani sawit untuk memperbaharui teknologi yang dimiliki dalam rangka memberikan nilai tambah.
Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Pranata mengatakan, hilirisasi bisa mendorong nilai tambah industri sawit di tengah tekanan yang terjadi saat ini. Namun hal ini juga terwujud bila pelaku usaha sawit dapat memaksimalkan teknologi.
“Produk turunan CPO bisa diolah menjadi minyak goreng, lilin, sabun dan sebagai pelengkap kosmetik,” ungkapnya seperti dilansir dari Bisnis.com.
Untuk memunculkan nilai tambah tersebut, katanya, pelaku sawit juga membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama pemerintah daerah.
Menurutnya, kawasan Sei Mangke yang tengah dirancang bakal memudahkan hilirisasi sawit.
Untuk turunan CPO, bila diolah menjadi minyak goreng, katanya nilai tambah yang bakal diraih pelaku usaha sawit mencapai 30%--40%, sedangkan produk hilir seperti sabun maka bisa memperoleh added value hingga empat kali lipat. (T4)










