INFO SAWIT, ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tampaknya mulai serius untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit menjadi bahan jadi.
Hal ini dapat terlihat dalam pertemuan antar investor dengan perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang difasilitasi Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Kabupaten Aceh Tamiang, hari Selasa di Grand Arya Hotel, Karang Baru.
Pertemuan tersebut, sebagaimana diutarakan Sekretaris BLHK Sayed Mahdi, sebagai upaya untuk memunculkan kebersamaan kepentingan dan komitmen dalam menangani limbah kelapa sawit dan penyediaan bahan limbah itu sendiri. Sehingga pabrik pengelolaan limbah dapat teruwujud.
“Suatu peluang bagi Aceh Tamiang dalam mendorong pengembangan kawasan industri, dan ini harus didukung bersama serta menunjukan sikap peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.
Sayed mengatakan, seperti dilansir MedanBisnis, pemaparan bersama tersbut menghasilkan tujuan PT Trias Solusi Indonesai (TSI) yang akan berinvestasi mendirikan pabrik pengelolaan limbah kelapa sawit menjadi bahan jadi berupa fibee, pelet, bahan bakar biogas (power plant), serta pupuk yang akan diekspor ke luar negeri. Limbah tersebut juga dapat dijadikan bahan pembangkit listrik (biodiesel).
Ia optimis, jika pabrik penanganan limbah sawit sudah berdiri akan memberikan keuntungan besar bagi PKS yang ada dalam wilayah Aceh Tamiang, diantaranya berkuranganya aktivitas pengelolaan limbah PKS, bahkan limbah kelapa sawit menghasilkan pendapatan. (T3)










