INFO SAWIT, BATAM – Pemerintah Kepulauan Riau menolak pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Lingga karena dianggap akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.
Hal tersebut ditegaskan oleh Penjabat Gubernur Kepulauan Riau Agung Mulyana, pada Minggu. Ia mengkhawatirkan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit nantinya dengan cara dibakar, karena biayanya yang lebih murah.
Menurutnya selama ini Kepri terbebas dari musibah kebakaran hutan yang hebat seperti daerah lain di Sumatera dan Kalimantan. Namun, dampak kabut asap selalu mengganggu masyarakat provinsi kepulauan itu tiap tahun.
“Itu akan jadi sumber titik api. Karena untuk membuka lahan sudah pasti dibakar, cara paling murah,” katanya seperti dikutip Antaranews.
Tidak hanya itu, sebut Mulya, bahwa kebun sawit juga tidak menyehatkan bagi lingkungan, dimana juga satu batang pohon sawit menyerap sekitar lima liter air setiap hari, hingga daerah sekitarnya mengalami kekeringan.
Sehingga pohon kelapa sawit tidak cocok dikembangkan di Kepri, yang minim mata air. Bahkan beberapa kabupaten kota di provinsi itu terancam kekeringan akibat kemarau panjang.
“Kebun sawit yang menyebabkan Sei Pulai di Bintan kekeringan,” sebutnya. (T3)







