Gencarnya tuntutan konsumen akan “halalnya” produk-produk yang berbasis minyak sawit, seolah-olah telah meniadakan keberpihakan minyak sawit sebagai industri yang mampu menyejahterakan rakyat. Tak hanya suara Lembaga Swadaya Masyarakat yang berteriak lantang, para pengamat hingga pemilik regulasi juga turut mengamini keberadaannya.
Banyak daerah pelosok yang dulunya terpencil dan sulit akses, kini telah berubah total menjadi pusat perekonomian di daerah. Semisal, di Pulau Sumatera, seperti daerah Padang Halaban, yang dahulu sepi sunyi, kini marak bertumbuh ekonominya berbasis perkebunan kelapa sawit. Jalur darat bisa dilalui dengan kendaraan roda empat dan bisa juga melalui kereta api.
Kendati berjarak cukup jauh dari Kota Medan, namun keberadaan Padang Halaban yang dahulu terpencil, kini sudah marak dengan kegiatan ekonomi yang bermuara dari tumbuhnya perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut (Baca : SMART Kampiun Hulu-Hilir, Majalah InfoSAWIT edisi November Tahun 2008).
Tak hanya Pulau Sumatera, Pulau terbesar Indonesia yaitu Pulau Kalimantan juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang juga pesat. Keberadaan ekonomi di berbagai daerah pelosok, kebanyakan juga tumbuh dari berkembangnya perkebunan kelapa sawit. Maka, tak heran bila pengusaha sukses seperti TP Rachmat, juga menggeluti Pulau Kalimantan dengan membangun perkebunan kelapa sawit.
Pembangunan daerah pelosok di Pulau Kalimantan, seperti daerah Muara Wahau, Kalimantan Timur, sangat serasi dengan kebudayaan dan tradisi daerah setempat. Keberadaan desa-desa di daerah Muara Wahau, masih berpadu dengan kearifan lokal masyarakat adat sekitar, dengan membangun perkebunan kelapa sawit sebagai sentral perekonomian daerah setempat.
Kendati sebagian hutan telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit, namun keberadaan hutan adat masih tetap terjaga dan lestari. Bahkan, masyarakat daerah mengaku bangga dapat menjaga keberadaan hutan adat hingga dewasa ini, lantaran secara ekonomi mereka ditopang dari hasil berkebun kelapa sawit (Baca: PT SMART, Menggandeng Masyarakat Lokal, Majalah InfoSAWIT edisi Mei 2015).
Keberadaan perkebunan kelapa sawit yang . . .










