INFO SAWIT, LOS ANGELES - Malaysia mengimbau kepada Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) untuk mengeluarkan minyak sawit negaranya dari 'Daftar Barang Diproduksi Menggunakan Buruh Anak atau Buruh Paksa', hal ini diungkapkan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditas Datuk Amar Douglas Uggah Embas, pertengahan Oktober 2015, di AS.
Dijelaskannya, bahwa pemerintah telah melakukan studi independen, meliputi 68 perkebunan di seluruh negara, dan itu menunjukkan kejadian tersebut adalah kecil.
Sebagaimana diberitakan Bernama, dia juga mengatakan Malaysia telah menerapkan struktur gaji minimum sejak Januari tahun ini dan pemerintah akan terus memastikan kesejahteraan pekerja asing dalam sektor perkebunan dengan majikan tunduk pada aturan dan undang-undang domestik. Dan ini termasuk antara kriteria dalam proses sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Malaysia (MSPO).










