INFO SAWIT, Kuala Lumpur – Untuk ke tiga belas kalinya perhelatan akbar Rountable Meeting (RT) yang diadakan lembaga Nirlaba Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO), bakal kembali digelar, bertempat di Hotel Shangri-La, Kuala Lumpur sepanjang 17 sampai 19 November 2015.
Pada acara ini seluruh stakeholder kelapa sawit dunia bakal bertemu dan membicarakan lebih lanjut tatangan praktik sustainability kedepan. Dikatakan Sekjen RSPO, Darrel Webber, pihaknya tahun lalu saat pertemuan RT 12 telah berupaya untuk mampu “melampaui harapan” dimana ada beberapa pihak yang berpendapat, apa yang telah dilakukan RSPO adalah langkah brilian yang mana bisa berpikir dan mengubah perjalanan menuju masa depan untuk tetap berada di jalur berkelanjutan.
Untuk acara kali ini lebih spesial lantaran bakal mmebahas kebijakan praktik berkelanjutan yang diyakini bakal memberikan informasi menarik seperti mengenai implikasi dari penerapan sertifikasi RSPO, yang mana bakal di bahas oleh Director of Impacts, ISEAL Alliance, Kristin Komives, lantas ada dari Science Impact Coordinator, SEnSOR Project, Dr Jennifer Lucey, dan dari Associate Professor in Economics & Director, Institute of Agricultural and Food Policy Studies, Universiti Putra Malaysia, Dr Shaufique Sidique.
Pembahasan akan berlanjut pada keuntungan menerapkan skim sertifikasi RSPO dan komitmen dari pihak petani kelapa sawit, yang akan dibahas oleh Managing Director, Asian Agri, Kelvin Tio, Director-International Development of Advanced Research, L'Oreal, Dr Laurent Gilbert, Operations Officer, International Finance Corporation, Triyanto Fitriyardi, dan Group President & Chief Executive Officer, Felda Global Ventures Holdings Berhad (FGV), YBhg Dato' Mohd Emir Mavani Abdullah.
Menarik untuk diikuti ialah pembahasan mengenai Sertifikasi Jurisdiksi, yang akan dibahas langsung oleh Bupati Seruyan, Sudarsono, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dan Director of Forestry-Sabah, Sabah Forestry Department, YBhg Datuk Sam Mannan. (T2)










