INFO SAWIT, Kuala Lumpur - Menerapakan praktik berkelanjutan memang tidak mudah, apalagi upaya ini menyangkut ongkos dan nilai investasi dalam proses budidaya kelapa sawit. Sebab itu komitmen menjadi kunci keberhasilan penerapan skim berkelanjutan.
Group Chief Executive Officer and President Sime Darby Global Berhad, Moh Mohd Bakke Salleh menyatakan, sebagai produsen pihaknya sangat terbuka untuk melakukan perbaikan budidaya, seperti menerapkan praktik budidaya berkelanjutan.
Bahkan komitmmen itu telah ditunjukan dengan proses sertifikasi RSPO Sime Darby yang telah mencapai 90%. Sayangnya kata Bakke Saleh, komitmen yang telah ditunjukan pihaknya sebagai produsen kelapa sawit, tidak diikuti dengan komitmen pembeli (buyer), lantaran produksi CSPO saat ini masih dibawah harapan. “Kita sudah melakukan komitmen berkelanjutan, tetapi itu saja tidak cukup,” kata Bakke Saleh, dalam pembukaan acara Roundtable Meeting ke 13 di Hotel Shangri-La, Kuala Lumpur yang dihadiri InfoSAWIT.
Kata Bakke, komitmen berkelanjutan akan lebih b ermakna ketika semua pihak melakukan hal yang sama, jika tidak maka semua upaya yang sudah dilakukan hanya mnejadi sia-sia saja. “Untuk saat ini kami sudah melakukan bagian kami, sebab itu konsumen juga mesti melakukan bagiannya,” tandas Bakke. (T2)







