INFO SAWIT, JAKARTA - Mengutip Bloomberg, Kamis, harga CPO kontrak pengiriman Februari 2016 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,7% ke RM 2.301 per ton atau setara US$ 530,6. Dalam sepekan terakhir harga CPO melorot 3,1%.
Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, harga CPO sebenarnya juga mengikuti harga minyak. Oleh karena itu, CPO masih bergerak sideways lantaran terkena imbas pelemahan minyak.
Minyak sempat naik akibat krisis keamanan Timur Tengah. Namun kenaikan harga tidak cukup signifikan mengingat posisi dollar AS yang tetap terjaga. “Saya lihat CPO masih akan sideways dalam beberapa hari ke depan,” ujar Ariston.
Meski demikian, Ariston masih melihat prospek kenaikan harga CPO hingga menyentuh RM 2.400 per metrik ton di penghujung tahun ini. (T2)







