MANILA, KOMPAS — Saat ini pemerintah Indonesia memperjuangkan lima komoditas masuk dalam daftar barang yang dianggap memiliki dampak dalam pembangunan ekonomi inklusif (development goods). Lima komoditas itu adalah minyak sawit mentah, karet alam, rotan, kertas, dan produk-produk perikanan. Pemerintah menargetkan ada penurunan tarif bea masuk perdagangan barang-barang yang dimaksud ke seluruh anggota APEC.
Perjuangan itu dilakukan delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Manila, Filipina. Para pemimpin ekonomi sedang membicarakan agenda kepentingan masing-masing dalam rangkaian pertemuan puncak hari ini.
"Indonesia tahun ini bergabung dengan anggota APEC lain, yaitu Papua Niugini, Peru, dan Vietnam, membawa satu konsep, yaitu development goods. Daftar produk komoditas itu kami anggap sangat membantu dalam pengembangan ekonomi dan mengurangi kemiskinan," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong. (T2)










