JAKARTA – Kata Juru Kampanye Hutan Greepeace, Bustar Maitar, dengan menerapkan praktik budidaya ramah lingkungan pengembangan sawit kedepan bakal tidak lagi terlibat dalam perusakan hutan (deforestasi).
Lantas, produktivitas kebun rakyat pun bisa terdorong meningkat. Dengan cara ini, Indonesia diyakini bakal memiliki keunggulan kompetitif tanpa deforestasi. “Itu akan menjadi nilai tambah sawit di dunia internasional,” kata Bustar kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Terlebih saat ini, yang kerap mengambil keuntungan dari isu berkelanjutan (sustainability) ialah Malaysia, sementara yang kerap menjadi kambing hitam selalu Indonesia.
Sebab itu kata Bustar, isu sustainability ini mesti dijaga, sehingga tidak hanya bertarung mencari pasar baru, melainkan juga dengan isu sustainability, hasilnya citra sawit di Indonesia kedepan bakal lebih baik. ”Apalagi pasar sawit berkelanjutan terus tumbuh,” tandas Bustar. (T2)









