INFO SAWIT, JAKARTA - Konsumsi biodiesel di Indonesia akan diprediksi melonjak menjadi 7,9 juta kiloliter tahun depan (2016), naik dari 1,1 juta KL sampai 1,2 juta KL, Kondisi demikian dipicu adanya peningkatan kandungan campuran 15% dari 10%. Lantas naik menjadi 20% pada tahun 2016 dan 30% di tahun 2020.
Menjelang konferensi iklim PBB di Paris bulan depan, pemerintah juga berjanji untuk mengekang peningkatan emisi gas rumah rumah kaca pada 2030. "Tahun ini, penggunaan biodiesel kita akan kurang dari 1,5 juta kiloliter," menurut Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Paulus Tjakrawa , kepada Reuters Senin.
Lebih lanjut tutur Paulus, jika pemerintah betul-betul ketat dengan (campuran) 20%, penggunaan akan naik menjadi 7,9 juta kiloliter tahun depan. "Hal tersebut juga akan mengurangi emisi,” katanya.
Indonesia merupakan penghasil gas rumah kaca terbesar kelima jika deforestasi termasuk ke dalam faktor penyebabnya. Negara ini menghadapi tekanan internasional untuk mengatasi penghancuran lahan gambut yang kaya karbon dan hutan-hutan yang menyebabkan asap yang menyesakkan napas meyebar ke sebagian besar wilayah Asia Tenggara tiap tahun. (T2)










