INFO SAWIT, JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit menargetkan dana pungutan Crude Palm Oil (CPO) mencapai Rp 9,6 triliun pada tahun depan. Sayang, Direktur Utama BPDP Sawit Bayu Krisnamurthi belum bisa menjelaskan lebih rinci tujuan penggunaan dana tersebut, termasuk apakah akan ada alokasi untuk kebakaran hutan.
"Kami masih punya banyak ruang untuk penyesuaian. Hal itu akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali," ujarnya dalam acara 11th Indonesian Palm Oil Conference and 2016 Price Outlook (IPOC) di Nusa Dua Bali, Kamis.
Menurut Bayu, ada beberapa faktor yang bisa membuat dana pungutan CPO tidak sesuai target. Selain El Nino yang membuat produktivitas turun sehingga ekspor pun ikut turun, ada kecenderungan perusahaan kelapa sawit beralih ke produk turunan CPO yang tarif pungutannya lebih rendah.
Meski mengakui hal itu bisa mempengaruhi pengumpulan dana pungutan CPO, namun Bayu bilang, hilirisasi produk turunan CPO sejalan dengan strategi pemerintah.
Bayu melanjutkan, sampai dengan 25 November 2015, BPDP Sawit telah merealisasikan penyerapan biofuel sebanyak 223.000 kiloliter (KL). Subsidi dari dana pungutan CPO untuk membeli biofuel tersebut senilai Rp 507 miliar.
Dari total subsidi tersebut, yang sudah ditagih baru Rp 285 miliar. Sisanya masih dalam proses administrasi. (T2)







