INFO SAWIT, JAKARTA - Ketua Bidang Tata Ruang dan Agraria Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan produksi sawit tahun depan ada kemungkinan turun. Kondisi demikian akibat panjangnya El Nino.
Padahal setiap tahunnya sawit mampu menyumbangkan devisa negara sekitar Rp 200 triliun hingga Rp 300 triliun dari hasil ekspornya. Hal ini belum lagi ditambah dengan adanya permintaan dalam negeri untuk bahan baku biodiesel di tahun depan.
Eddy memprediksikan akan ada alokasi sekitar 5,5 juta ton hingga 7 juta ton untuk produksi sawit dalam negeri. Jumlah permintaan ini akan bergantung pada jenis biodiesel yang akan diproduksi apakah B15 atau B20. Untuk B15 sendiri akan membutuhkan 5,5 juta ton, sementara untuk B20 adalah 7 juta ton.
Ditambah dengan produksi sawit untuk keperluan lain seperti kosmetik, dan minyak nabati yang permintaannya sekitar 7 juta ton. "Mmungkin sekitar 13 juta ton untuk permintaan dalam negeri," ujar dia. (T2)










