INFO SAWIT, MEDAN - Kinerja ekspor komoditas Sumatera Utara (Sumut) ke Tiongkok dipastikan bakal meningkat dalam beberapa bulan ke depan menyusul mata uang negara itu, yuan (renminbi) dimasukkan sebagai mata uang internasional oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Laksmana Adyaksa mengungkapkan, masuknya yuan sebagai salah satu mata uang internasional juga dipastikan bakal mendongkrak nilai tukar yuan terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah. "Yuan akan dicari-cari, sehingga akan mendongkrak nilai tukar," katanya seperti dilansir MedanBisnis, Rabu.
Seperti diketahui Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) akhirnya memasukkan yuan (renminbi) sebagai mata uang internasional pada Senin 30 November 2015. Yuan masuk dalam keranjang special drawing rights (SDR) bersama mata uang internasional lain yaitu dolar AS, euro, yen, dan poundsterling.
Laksamana mengatakan naiknya nilai tukar yuan tersebut tentu akan menyebabkan harga komoditas ekspor Sumut bakal lebih murah. Dengan sendirinya, saat harga lebih murah permintaan terhadap komoditas akan semakin meningkat. "Kinerja ekspor bakal melonjak," tegasnya. (T2)










