INFO SAWIT, JAKARTA-- Friends of the Earth (FoE) meluncurkan laporan yang menemukan adanya dukungan finansial investor Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap sejumlah perusahaan perkebunan yang menyebabkan kebakaran di Indonesia.
Laporan itu berjudul Up in Smoke: Failures in Wilmar's Promise to Clean Up the Palm Oil Business yang diterbitkan bersama FoE Eropa, FoE Belanda, FoE Amerika Serikat (AS) dan FoE Indonesia. Laporan itu meneliti lima perusahaan perkebunan sawit yang dimiliki Wilmar International.
Pengkampanye FoE Eropa Anne van Schaik menuturkan bank maupun dana pensiun di Inggris, Belanda, Prancis dan AS tetap memberikan pembiayaan secara langsung kepada kedua pemilik perusahaan itu. Laporan itu, paparnya, menunjukkan bahwa industri sawit adalah industri yang berisiko di Indonesia.
“Bank-bank dan Dana Pensiun di Inggris, Belanda, Perancis dan Amerika Serikat tetap memberikan pembiayaan secara langsung kepada Bumitama dan Wilmar, meskipun mereka mempublikasikan komitmen atas kriteria praktik-praktik yang baik. Ini seharusnya mencegah mereka membiayai kegiatan destruktif semacam ini," kata van Schaik dalam rilis bersama, Kamis.
Laporan itu mengungkapkan bagaimana kedua perusahaan itu diduga mengembangkan perkebunan sawit di area gambut, menghancurkan wilayah berkandungan karbon tinggi serta membiarkan kebakaran dalam konsesi perusahaan. Laporan ini juga membuktikan bahwa dua perusahaan tersebut didanai oleh institusi finansial dari Inggris, Belanda, Perancis, dan Amerika Serikat, termasuk beberapa bank internasional utama, meski institusi-institusi keuangan tersebut masing-masing memiliki kebijakan terkait keberlanjutan lingkungan dan sosial. (T2)










