INFO SAWIT, JAKARTA - Tergerusnya harga karet dan sawit mendorong sulitnya petani untuk bisa bertahan hidup. Peran dan fungsi pemerintah dalam melindungi mereka kian jauh dari harapan masyarakat.
Pemerintah dianggap sudah tidak mau peduli dengan nasib petani. Padahal, pada pilpres lalu mereka berbondong-bondong mendukungan dan menggantungkan harapannya kepada calon Presiden Joko Widodo. Hal ini dinyatakan Koordinator Umum Jaringan Rakyat Indonesia (Jarindo), Naftali Hariando.
Sejauh ini, Jokowi dinilai tak punya tindakan konkrit melindungi para petani karet dan sawit dari gempuran kebijakan yang mempersulit mereka. "Selama satu tahun ini, petani karet, sawit dan rakyat kecil yang mengolah lahannya sendiri sudah klenger. Harga karet yang dijual petani sangat rendah," cetusnya seperti dilansir RMOL.
Harga sawit milik petani pun, lanjutnya, tidak dapat diharapkan mampu menopang kehidupan petani dan keluarganya sehari-hari. Semakin terasa, pemerintah tidak pro kepada petani.
Bukan hanya urusan harga kedua komoditas ini, menurut Naftali, yang terjun bebas. Regulasi pemerintah pusat maupun daerah pun dia nilai sangat pro asing. Buktinya, izin perusahaan asing yang dilegalkan melalui perizinan pemerintah ternyata sudah menguasai lahan-lahan petani dalam skala luas. (T2)










