INFO SAWIT, KUALA LUMPUR, - Pejabat Perhutanan Sabah berkomitmen untuk menguji metodologi Stok Karbon Tinggi (HCS+), bagi pembangunan perkebunan kelapa sawit lestari, untuk enam bulan kedepan.
Pengarah dan juga Penggagas Forum for the Future, Jonathon Porritt mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan upaya yang ditawarkan oleh pemerintah setempat. “ ini menunjukkan pemerintah sabah komitmen untuk mewujudkan industri kelapa sawit yang lestasri,” katanya kepada para wartawan, di Sabah, Jumat.
Inisiatif ini juga didukung perusahaan kelapa sawit dunia, tercatat sekitar 18 perusahaan kelapa sawit telah meneken MoU dalam penerapan penghitungan karbon stok ini (HCS+).
Diantara perusahaan yang menekeken kesepakatan itu diantaranya IOI Corp Bhd, Kuala Lumpur Kepong Bhd (KLK), Musim Mas, Sime Darby Plantation dan Unilever.
Bahkan Sime Darby misalnya, kabarnya bakal meerapkan ujian HCS+ dan HCS secara serentak di kawasan operasinya di Liberia, sementara Musim Mas bakal menguji cobakan di di Papua New Guinea.
Sekadar informasi kajian HCS+ dibiayai perusahaan seperti IOI Corp, Sime Darby serta KLK yang telah dilakukan semenjak November 2014 hingga Disember 2015, dengan kos sekitar RM12 juta. (T2)










