INFO SAWIT, KUALA LUMPUR – Pemerintah Sabah menyetujui guna menerapkan kebijakan Stok Karbon Tinggi (HCS forest), dikatakan Direktur Departemen Kehutanan Sabah, Datuk Sam Mannan, pendekatan karbon netral HCS+, merupakan upaya pengganti agar pemilik izin dapat mengembangkan area dengan kadar karbon rendah, Sehingga memberikan manfaat bagi daerah tersebut, dalam ambisinya meningkatkan jumlah area yang dilindungi (TPAs) dari 24% saat ini hingga 30% dari total area Sabah.
Penerapan uji coba HCS+ juga sebagai pelengkap inisiatif yang sedang diberlakukan Carnegie Airbone Observatory (CAO) yang meliputi implementasi pemetaan menggunakan LiDAR, yang mencakup seluruh daerah. Ini akan membantu mengidentifikasi area dimana upaya konservasi dapat memberikan dampak terbesar, dan kesempatan memperbaiki praktik penggunaan lahan untuk meningkatkan produksi di lahan perkebunan yang ada, “Ini dibutuhkan untuk mendukung transisi Sabah menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, melalui Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) di Sabah pada 2025” katanya dalam rilis yang diterima InfoSAWIT, Jumat.
Upaya terbaru terkait sertifikasi secara yurisdiksi pada daerah dan provinsi seperti Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan di Indonesia, telah menerima dukungan dari industri, termasuk lembaga swadaya masyarakat.
Sementara dari pihak pelaku, diantaranya Cargill telah mengimplementasikan metodologi HCS Approach di perkebunannya dan akan segera menguji coba metodologi HCS+. “Tim kami mendapat pengalaman berharga mengenai penilaian HCS dari proyek pertama kami pada 2013, dan saat ini dapat melakukan penilaian serupa di konsensiperusahaan,” kata Chief Executive Officer, Cargill Tropical Palm.
Dengan munculnya metodologi akhir HCS+, diharapkan bisa mempertimbangkan aspek sosial ekonomi yang merupakan kunci dari produksi kelapa sawit yang berkelanjutan. Sementara perusahaan perkebunan kelapa sawit asal Malaysia, IOI, sedang menanti hasil uji coba lapangan HCS+ dan hasil dari penggabungan antara kedua metodologi HCS, tidak akan mengembangkan area stok karbon tinggi yang dimana telah berhasil diidentifikasi dengan menggunakan HCS Approach.
Asian Agri sedang berfokus pada upaya intensifikasi di perkebunan yang ada, daripada membangun di area baru. Asian Agri dan Apical akan memastikan rantai pasokan mereka sesuai dengan metodologi HCS+, dan sejalan dengan regulasi dan peraturan pemerintah.
Selanjutnya, Musim Mas akan turut serta dalam uji coba metodologi HCS+ dan HCS Approach di konsensinya di Papua, Indonesia. Sementara Sime Darby Plantation akan melakukan uji coba komprehensif pertama menggunakan HCS+ dan HCS Approach di Liberia. (T2)









