Berita Lintas
sawitbaik

RSPO NEXT STANDAR TINGGI BERKELANJUTAN VERSI RSPO



RSPO NEXT STANDAR TINGGI BERKELANJUTAN  VERSI RSPO

Pada Annual Roundtable Conference 2015 di Kuala Lumpur, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menyampaikan perkembangan terbaru terkait RSPO NEXT, yakni standar berkelanjutan yang lebih ketat versi RSPO.

Kendati di saat harga minyak sawit yang masih saja melempem, hingar bingar perhelatan akbar Roundtable meeting ke-13 yang diadakan lembaga nirlaba multistakeholder, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), di Kuala Lumpur sepanjang 16-19 November 2015 lalu sangat terasa.

 Berbagai isu praktik berkelanjutan pun muncul, semisal penerapan sertifikasi yurisdiksi dan RSPO NEXT, kemunculan ini sebagai respon terhadap dinamisnya standar berkelanjutan untuk kelapa sawit.

Bahkan pada pertengahan 2015 silam untuk beberapa perusahaan sawit global telah berikrar untuk menerapkan kebijakan hijau lewat tidak melakukan deforestasi, tidak menanam di lahan gambut, menghasilkan produk yang bisa ditelusuri (traceability), dan memaksimalkan penanaman di kawasan dengan stok karbon rendah.

 Berbagai komitmen yang muncul untuk menerapkan skema berkelanjutan dengan standar yang lebih tinggi, dapat dilihat sebagai titik awal dari munculnya inisiatif RSPO NEXT, bertujuan  untuk dapat memfasilitasi verifikasi atas komitmen-komitmen tersebut.

 Namun demikian tidak serta merta juga usulan itu diterima dengan mudah oleh para pelaku perkebunan kelapa sawit, alasannya produksi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) hingga saat ini masih diserap kurang dari 50%, lantas apakah ada jaminan produk dari RSPO NEXT juga bakal diserap?

 Advisor RSPO, Bungaran Saragih menuturkan,  . . .