INFO SAWIT, JAKARTA – Rencana negara-negara di Uni Eropa menyerap 100% Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) pada 2020, dinilai bakal menguntungkan Indonesia sebagai pemasok utama CSPO.
Terlebih kata Direktur Utama Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi permintaan CPO Uni Eropa diperkirakan mencapai 7,3 juta ton. Sementara ekspor Indonesia ke pasar tersebut pada periode Januari – Oktober 2015 baru mencapai 4 juta ton. “Kita mampu memenuhi separuh dari kebutuhan CSPO Uni Eropa,” kata Bayu dalam media briefing BPDP Kelapa Sawit, Senin.
Sustainable supply chain tersebut akan berlaku menyeluruh terhadap seluruh produksi berbasis sawit, tidak hanya CPO, tetapi juga produk-produk turunannya. Kendati tidak ditentukan jenis sertifikasinya, menurut Bayu, Roundtable on Sustainability Palm Oil (RSPO) merupakan yang paling populer dan paling diterima di Eropa.
Menurutnya, dengan aturan yang akan mulai berlaku pada 2020 tersebut, maka secara resmi negara-negara di Uni Eropa tidak dapat lagi dan tidak akan lagi menyatakan boikot terhadap sawit atau mempermasalahkan kondisi sawit, karena programnya akan mendukung sawit yang berkelanjutan. (T2)










