INFO SAWIT, BALIKPAPAN - Perkebunan, terutama kelapa sawit masih menjadi penopang sektor pertanian di Kaltim secara umum. Sayangnya, dominasi tersebut tak sejalan dengan kemampuan industri pengolahan untuk menyerap pasokan bahan baku.
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian (termasuk tanaman pangan dan perkebunan), kehutanan, dan perikanan mencatatkan nilai produksi Rp 11,74 triliun pada triwulan ketiga lalu. Dari nilai tersebut, 52,7 persen di antaranya disumbang subsektor perkebunan
Tutur, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Mawardi BH Ritonga, dalam keterangan resmi, dikutip Kaltim Post. Dominasi subsektor perkebunan Kaltim itu, didominasi tanaman kelapa sawit. Seperti dilaporkan Dinas Perkebunan, hingga pertengahan tahun ini, luasan total tanaman ini mencapai 1,2 juta hektare (ha).
Sementara itu, berdasarkan hasil liaison KPw-BI Kaltim, sebagian produsen sektor hulu perkebunan kelapa sawit menyatakan bahwa pasar lokal tak lagi potensial. Sawit dari Kaltim disebutkan banyak dikirim ke daerah lain, juga sebagai bahan baku industri CPO untuk selanjutnya di ekspor ke luar negeri. Kata Ritonga, itu dikarenakan, kapasitas industri CPO di Kaltim belum mampu untuk menyerap seluruh hasil produksi TBS Kaltim. “Selain itu, banyak perkebunan sawit yang dimiliki pelaku usaha industri CPO di daerah lain,” katanya. (T2)










