INFO SAWIT, JAKARTA - Analis Phillip Futures Sdn Bhd, David Ng mengatakan, harga sawit berpotesi terus tertekan sampai akhir tahun ini karena permintaan ekspor masih lesu. “Peningakatan harga CPO sampai RM 2.400 hanya jangka pendek,” catatnya dalam riset.
Pelemahan harga CPO ini belum juga berakhir kendati terjadi penurunan produksi sawit masih terus berlanjut sepanjang bulan ini. Dari data setiap perkebunan di Malaysia telah mencatatkan penurunan produksi sawit pada periode 1-15 Desember turun 15% pada bulan lalu.
Meskipun begitu, pasar masih merespon lanjutan penurunan permintaan ekspor CPO Malaysia pada periode 1-15 Desember yang turun 36% menjadi 466.867 ton dibandingkan dengan periode sama pada bulan lalu, seperti dikutip Bisnis.
Hiro Chai, Dirketur CIMB Futures, mengatakan pelaku pasar tetap fokus melihat penurunan ekspor dibandingkan dengan penurunan produksi. Pasalnya, presentase penurunan ekspor lebih besar dibandingkan dengan penurunan produksi. “Tekanan pada harga minyak kedelai dalam delapan hari perdagangan terakhir juga jadi sentimen negatif terhadap prospek permintaan,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg. (T2)







