Bali – Harga CPO di tahun 2016, diperkirakan para peramal harga CPO akan terkerek naik. Kendati kenaikan harga CPO tidak terlalu tinggi, namun sejumlah ekspektasi dari beberapa pihak terlihat sangat jelas. Lantaran, kenaikan harga CPO akan menjadi pemicu dari belanja anggaran perusahaan sawit yang masih didominasi perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Merujuk kisaran harga rata-rata CPO di tahun 2015, dari Januari hingga Oktober 2015, sebesar US$ 584 per ton. Nampaknya tidak akan mengalami kenaikan drastis di tahun depan. Kendati, keberadaan isu akan mandatori biodiesel bakalan mencapai 20%, namun banyak pihak masih meragukan realisasi dan impact dari kebijakan tersebut, terhadap permintaan CPO di tahun depan.
Tahun 2016, Direktur eksekutif GAPKI, Fadhil Hasan, memperkirakan harga CPO akan berkisar US$ 580 – 610 per Ton, menjadi bagian ramalan dari beberapa pengamat harga CPO. Sedangkan merujuk keberadaan harga CPO di pasar bursa Malaysia, akan berkisar RM 2.450-2.550 per Ton. Beberapa indikator harga jual CPO masih merujuk kepada kondisi suplai dari dua negara produsen besar, yaitu Indonesia dan malaysia.
Sementara Dorab Mistry, dari Godjred International Ltd, memperkirakan harga berkisar US$ 600 – 800 per ton, lantaran adanya stagnasi produksi akibat iklim dan cuaca El Nino. “Dengan asumsi, harga minyak mentah sebesar US$ 60 per barel,” jelasnya. (T1)










