INFO SAWIT, KUALA TUNGKAL - Petani sawit yang biasa menjual tandan buah segar (TBS) ke PT Persada Alam Jaya (PAJ) di Desa Suban Kecamatan Batang Asam mengeluh. Pasalnya beberapa bulan terakhir, potongan timbangan sampai 200 kilo dalam satu mobil truk atau total kurang lebih delapan ton.
Sebenarnya kejadian ini tidak berimbas secara langsung kepada petani, tetapi berdampak kepada tengkulak yang selama ini menampung sawit dari para petani. Namun karena ada potongan di gudang sehingga mau tidak mau tengkulak harus membebankan biaya ke petani.
Hal ini disampaikan seorang warga, Ridwan. Menurut pria ini, seluruh tengkulak mengeluhkan hal tersebut. Karena potongan itu, pihaknya tidak bisa menutupi kerugian.
"Kita bawa buah 5 ton, misalnya. Yang muncul di timbangan perusahaan cuma 4,7 ton. Dengan hilangnya 200 kilo, kita rugi karena tidak bisa lagi menutupi buah mentah dari petani," jelas dia kepada Tribun via ponsel, Selasa.
Atas tindakan 'nakal' ini, menurutnya, perusahaan mendapatkan untung besar secara cuma-cuma, karena petani yang menjual TBS ke sana berasal dari beberapa kecamatan, diantaranya, Batang Asam, Selenseng dan Kuwitang Provinsi Riau. (T2)










