INFO SAWIT, KUALA LUMPUR – Setelah dilakukan kesepakatan dua negara produsen minyak sawit, Indonesia dan Malaysia beberapa bulan lalu, dimana salah satu yang disepakati ialah bakal mensinergikan antara skim berkelanjutan versi ISPO dan MSPO. Namun demikian faktanya cara itu diyakini bakal berujung kendala.
Ini lantaran kebijakan kedua negara sangat berbeda, tutur Vice Presiden II RSPO, Edi Suhardi, upaya mensinkronisasi skim berkelanjutan antara yang dimiliki Indonesia dan Malaysia akan sangat sulit, semisal dalam upaya transparansi pemberian peta konsesi, kedua negara memiliki regulasi yang berbeda. “Lantaran di Malaysia bakal sulit memberikan peta konsesi perkebunan akibat dilindungi UU kerahasiaan negara,” katanya kepada InfoSAWIT belum lama ini. (T2)










