Jakarta - Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar kedua di dunia, Golden Agri Resources LTD, pada KTT Iklim PBB kembali menegaskan komitmen dalam upaya melindungi hutan.
Menerapkan praktik berkelanjutan seolah menjadi kewajiban yang tidak tertulis, upaya berbudidaya kelapa sawit tanpa merusak lingkungan itu kini telah menjadi tren di dunia. Demikian pula yang ditunjukkan perusahaan kelapa sawit terbesar kedua di dunia, Golden Agri Resources Ltd (GAR).
Dalam KTT Iklim PBB yang diselenggarakan di markas Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada September 2014 lalu, GAR kembali mendeklarasikan komitmennya dalam upaya melestarikan hutan dan lingkungan dengan komitmen nol deforestasi.
Kesepakatan yang terangkum dalam Deklarasi New York itu merupakan sebuah visi bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan asosiasi, masyarakat adat, organisasi masyarakat sipil dan lembaga multilateral, guna bertindak secara individual dan kolektif dalam upaya mengatasai kerusakan hutan dan mempromosikan pemulihan hutan.
Chairman dan CEO GAR, Franky Oesman Widjaja mengungkapkan, komitmen yang menjadi tujuan diselenggarakannya KTT Iklim PBB 2014 sejalan dengan kebijakan yang ada pada perusahaan. Terlebih GAR telah memiliki kebijakan konservasi hutan yang sejalan dengan komitmen dalam Deklarasi Hutan pada KTT Iklim PBB di New York. “Kami telah memiliki komitmen untuk praktik berlanjutan dan terus berupaya untuk menjadi yang terdepan,” katanya.
Acara yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon guna memperkuat komitmen dan menjadi penyeimbang bagi upaya melindungi lingkungan dan memperlambat perubahan iklim diantara para pemimpin dunia baik dari pemerintahan, keuangan, bisnis dan masyarakat sipil.
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Oktober 2014 http://www.store.infosawit.com/










