INFO SAWIT, JAKARTA – Setidaknya Industri kelapa sawit nasional membutuhkan dana US$ 700-750 juta untuk melakukan riset setiap tahunnya, atau setidaknya 2-3% dari total pendapatan industri sawit hulu-hilir yang mencapai US$ 28 miliar pada 2015.
Wakil Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) yang juga Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengungkapkan, industri sawit di negara lain umumnya juga telah melakukan riset dengan dana sekitar 3% dari pendapatan industri tersebut setiap tahunnya.
Indonesia sendiri sudah berkomitmen untuk melakukan riset sawit yang sedianya menggunakan dana pungutan perkebunan yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). “Untuk riset di hulu tidak harus sebesar di hilir, total dana riset idealnya 2-3% dari pendapatan industri sawit. Atau rata-rata bisa sekitar 2,5% dari pendapatan sawit sebanyak US$ 28 miliar,” katanya di Jakarta.







