INFO SAWIT, PEKANBARU - Anjloknya harga sejumlah komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit dan karet, membuat penduduk miskin di sejumlah pedesaan di Riau bertambah. Jumlah penduduk miskin di Riau pada 2015 meningkat 64 ribu jiwa dibanding tahun selebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik Riau Mawardi Arsyad menyebutkan, ada kenaikan penduduk miskin sekitar 0,83 persen dalam rentang waktu satu tahun. Pada 2014 lalu, jumlah penduduk miskin di Riau 498,29 ribu jiwa, namun pada 2015 bertambah menjadi 562,92 ribu jiwa.
"Angka kemiskinan di desa lebih banyak dari perkotaan," kata Mawardi, Kamis, sepeeti dikutip Tempo.
Mawardi menyebutkan, peningkatan jumlah penduduk miskin dipicu melemahnya perekonomian di Riau sepanjang 2015 setelah anjloknya sejumlah komoditas unggulan, seperti kelapa sawit dan karet. Ditambah jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar Amerika Serikat,serta lesunya harga crude palm oil (CPO), hasil perkebunan, serta minyak dan gas di pasaran dunia. "Kebanyakan masyarakat Riau bekerja di sektor perkebunan tersebut," tandas Mawardi. (T2)










