INFO SAWIT, SOROLANGUN - Sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabapaten Sarolangun kekurangan suplai tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Itu imbas hasil perkebunan masyarakat masih banyak djual keluar Kabupaten Sarolangun, seperti ke Batanghari dan Merangin.
Bupati Sarolangun, Cek Endra, mengungkapkan itu saat meresmikan PT Lambang Sawit Perkasa (LSP) di Desa Pulau Buayo, Kecamatan Bathin VIII. Menurutnya, saat ini ada empat pabrik kelapa sawit di kabupaten, PT KDA di Desa Tanjung Bathin VIII, PT EMAL di Pauh, PT IGUN di Pelawan, PT LSP di Pulau Buayo. Namun, empat PKS itu sebagian masih kekurangan suplai TBS, karena banyak potensi TBS dijual keluar daerah. Ke depan, kata Cek Endra, pihaknya akan mengupayakan TBS dari Kabupaten Sarolangun tidak dijual ke luar daerah.
Rendahnya produksi TBS di Sarolangun juga karena perusahaan yang memiliki izin perkebunan tidak serius menggarap lahan. "Dari 34 izin perusahaan perkebunan kelapa sawit, hanya sekitar 30 persen yang serius menggarap lahan," ucap Bupati, seperti dikutip TribunJambi. (T2)










