INFO SAWIT, MEDAN - Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Sumut ke China sepanjang Januari hingga November 2015 hanya sebanyak US$752,51 juta atau turun 18,94% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan nilai sebesar US$928,39 juta.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Timbas Prasad Ginting mengungkapkan, lesunya perekonomian China sangat memukul kinerja ekspor CPO Sumut. Hal ini semakin diperparah karena CPO sendiri merupakan andalan Sumut dalam meraup devisa dari pasar ekspor.
Menurut dia, saat ini banyak industri di China yang menahan produksi sehingga permintaan CPO yang sebagian besar berupa bahan baku menjadi seret. China sendiri juga merupakan salah satu konsumen CPO terbesar dunia sehingga akan menimbulkan dampak negatif yang lain. "Salah satunya bakal menekan harga," katanya. (T2)







