INFO SAWIT, JAKARTA – Pada awal minggu kedua di Januari 2015, harga CPO tercatat menguat di bursa komoditas Malaysia. Kondisi ini ditengarai akibat anjloknya stok dan pasokan CPO dari Indonesia.
Pada Desember 2015 tercatat stok CPO Indonesia hanya mencapai 2,9 juta ton, atau lebih rendah ketimbang pada bulan November yang mencapai 3,1 juta ton. “permintaan India dan China lesu,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Minyak Nabati Indonesia Sahat Sinaga.
Ekspor juga turun karena harga minyak mentah rendah yang mengurangi daya tarik sawit dan digunakan dalam biofuel. Ekspor, termasuk minyak sawit dan inti, turun 2,5% dari bulan sebelumnya menjadi 2,33 juta ton.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan trend menguatnya. Pergerakan harga masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global. (T2)







