JAKARTA - Proses pengangkutan TBS di areal kebun bisa dilihat pada tahapan sebagai berikut, pertama, buah yang dipanen diangkut lantas di kumpulkan di Tempat Penumpukan Hasil (TPH) yang berlokasi di Kanal Cabang (pada umumnya merupakan tanggul KCB) melalui jalur panen, dengan menggunakan angkong, kerbau dan ataupun alat angkut lainnya.
Sementara bila pemanenan dilakukan pada saat musim penghujan atau pasang naik. Dimana lahan tergenang air, maka guna memindahkan buah sawit dari tempat panen ke TPH, bisa menggunakan galon atau drum plastik yang dipotong menjadi dua.
Langkah kedua, dari TPH atau tanggul KCB, TBS dimuat ke gandengan traktor mini, Bargas (perahu besi) ataupun Pocai (perahu kayu) dan kemudian diangkut menuju Tempat Penumpukan Hasil (TPH) yang berlokasi pada Kanal Utama (KUT).
Ketiga, TBS dari Bargas dan Pocai dibongkar dan ditampung pada Tempat Penumpukan Hasil yang berlokasi di Kanal Utama (TPH – KUT). Selanjutnya, keempat, TBS dimuat (loading) ke Cages dan ataupun Ponton Buah yang berada di KUT.
Proses bongkar muat TBS yang terlalu banyak berdampak terhadap penurunan bobot buah, mutu buah, losses (kehilangan) buah, jumlah HK, waktu, biaya, dan jenis angkutan buah. Proses bongkar muat yang dilakukan secara mekanisasi, peningkatan pengawasan terhadap kinerja karyawan dan sistem panen bakal memperkecil kehilangan hasil.
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Oktober 2014 http://www.store.infosawit.com/










