INFO SAWIT, JAKARTA - Ketua Umum Indonesia CPO Watch Bartholomeus Anikus dalam pernyataan persnya mengungkapkan, dengan adanya dana pungutan perkebunan telah memberikan beban barat kepada petani, apalagi harga CPO yang terus anjlok, menyusul melemahnya harga minyak mentah yang menapai US$ 30/barrel.
“Ternyata dana yang dihimpun dari pungutan ekport CPO tersebut akan disalurkan lebih banyak untuk subsidi produsen biodiesel dari minyak,” ungkap Bartholomeus Anikus pada Senin.
Seperti dikutip Aktualita, jika kondisi ini tidak segera mendapat perhatian pemerintah, petani semakin tercekik, lantaran dana perkebunan sebesar US$ 50/ton akan membebankan pada harga beli Tandan Buah Segar Sawit (TBS) yang dihasilkan sebagian dari kebun kebun milik Petani
Dengan jatuhnya harga TBS akhirnya Petani tidak bisa membayar kredit kepemilikan kebun Plasma yang dipotong 30 persen setiap penjualan TBS, yang akhirnya Petani terpaksa menjual kebun sawit nya pada pemilik kebun Induk. (T2)







