INFO SAWIT, JAKARTA - Mengutip hasil penelitian dari konsultan agribisnis internasional, LMC, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, hingga 2025 kebutuhan minyak nabati dunia meningkat sebesar 60 juta ton.
Artinya, selama 10 tahun ke depan, setiap tahunnya dunia akan membutuhkan sebanyak 5 juta ton tambahan setiap tahunnya. "bila pasokan lima juta ton itu tidak ada, dunia bakal kekurangan makanan atau minyak nabati," ujar Joko di kantor Gapki, Rabu, seperti dikutip Kompas.
Lebih lanjut tutur Joko, guna memenuhi kebutuhan minyak nabati tersebut industri kelapa sawit hanya membutuhkan 15 juta hektar lahan. Angka ini, jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan minyak berbahan dasar kedelai (115 juta hektar), minyak rapeseed (60,7 juta hektar) atau minyak bunga matahari (84 juta hektar). "Ini artinya, kacang kedelai itu membutuhkan lahan lebih besar 7,6 kali lipat dibanding sawit. Bunga matahari 5,3 kali lipat, dan rapeseed 4 kali lipat," tutur Joko. (T2)










