INFO SAWIT, MEDAN - Adanya pemungutan dana perkebunan kelapa sawit yang telah diterapkan semenjak Juli 2015 silam, diduga berimbas pada melorotnya harga TBS petani, wajar bilamana petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengajukan keberatannya.
Ketua Apkasindo Sumut, Gus Dalhari Harahap di Medan, Rabu, menuturkan, Apkasindo tetap keberatan dan menolak pemungutan tersebut karena hal tersebut tak hanya merugikan petani tetapi juga mempengaruhi harga kelapa sawit. “Saat ini harga ekspor sawit sedang turun yang salah satu pemicunya adalah harga minyak mentah yang anjlok hingga di bawah 30 dolar AS per barel,” ujarnya, seperti dikutip Tribun.
Ia mengungkapkan, pemotongan dana sawit yang dilakukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit) sudah pasti merugikan petani, karena pemotongan dana sawit akan langsung berimbas ke petani.
“Dengan pemotongan dana sawit, harga tandan buah segar (TBS) di petani berkurang Rp150 per kilogram. Terlebih program-program yang dinyatakan BPDP untuk petani seperti membantu replanting tanaman sawit petani, perbaikan infrastruktur di kawasan kebun rakyat masih jauh dari harapan petani," ungkapnya. (T2)










