Perkembangan praktik berkelanjutan sudah sedemikian pesat dan sudah saatnya pula pelaku melakukan perubahan strategi. Termasuk mendorong Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menggenjot penyerapan pasar berkelanjutan dan menerapkan konsep non diskriminatory
Diakui atau tidak lembaga nirlaba multistakeholder Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) memiliki skim sertifikasi berkelanjutan yang sangat diterima pasar minyak sawit di dunia, anggotanya sudah tercatat 2.356 anggota sehingga wajar bila organisasi ini sudah sangat populer.
Dengan keunggulan yang dimiliki RSPO, pemerintah Indonesia meminta kepada RSPO untuk bisa memperjuangkan lebih baik industri kelapa sawit, pertama, dengan diterimanya RSPO sebagai lembaga nirlaba yang fokus pada masalah berkelanjutan, terbukti hingga saat ini RSPO telah memiliki anggota hingga ribuan, yang mana anggota itu lebih banyak berasal dari konsumen minyak sawit dan pedagang (trader) minyak kelapa sawit.
Namun demikian dari produksi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) yang telah dihasilkan sebanyak 12,1 juta ton atau sekitar 20% dari total produksi minyak kelapa sawit di dunia, serapannya masih sangat sedikit.
Lantaran pembeli minyak sawit berlabel CSPO baru sekitar 6 juta ton atau sekitar 50% dari total produksi CSPO di dunia, padahal pembeli CSPO adalah para anggota RSPO juga. Peningkatan serapan ini sangat penting dalam upaya menumbuhkan pasar minyak sawit berkelanjutan.
Selama ini RSPO seolah-olah mengarahkan kebijakannya kerap untuk anggota RSPO dari sektor perkebunan (growers), semisal ada usulan penerapan RSPO NEXT, sebagai skim RSPO dengan komitmen lingkungan yang lebih tinggi. Padahal dalam setiap penerapan kebijakan dalam suatu organisasi mesti dilakukan secara balance, baik dari sisi permintaan maupun produksi, hanya saja hingga saat ini permintaan produk sawit berkelanjutan masih dirasa sangat kurang.
Oleh karena itu keseimbangan antara kewajiban growers dengan buyer mesti bisa lebih seimbang. Untuk saat ini sayangnya masih belum tercapai keseimbangan itu, dan itulah yang harus diperjuangkan RSPO. Semua berharap serapan produk minyak sawit berkelanjutan bisa digenjot lebih tinggi.
Kedua, dengan adanya RSPO . . .










