Pembangunan zero waste industry (industri tanpa limbah) bagi PT Sampoerna Agro Tbk., bakalan menjadi kenyataan. Pasalnya, berbasis industri perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan, perusahaan ini, mengolah limbah pabrik kelapa sawit menjadi bio energi untuk menghasilkan listrik bagi rakyat Sumsel.
Keberadaan perkebunan kelapa sawit milik PT Sampoerna Agro Tbk., di Provinsi Sumatera Selatan patut berbangga. Pasalnya, dengan keberadaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 120 ton/jam, berhasil mengolah limbah yang dihasilkan, menjadi bio energi yang digunakan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBg).
Tak hanya di satu lokasi, keberadaan PKS milik PT Sampoerna Agro Tbk., langsung dilakukan di dua lokasi yang berbeda dengan total kapasitas terpasang sebesar 4 MW. Peresmian penggunaan listrik dari PLTBg dilakukan pada hari kamis (17/12), di salah satu lokasinya yaitu berlokasi dekat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Permata Bunda, Palembang.
PLTBg yang dibangun bersebelahan dengan PKS ini, rencana menggunakan bahan baku yang berasal dari waste (limbah) PKS yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 120 ton tbs/jam.
Dengan asupan bahan baku yang cukup besar ini, diharapkan PLTBg mampu menghasilkan listrik sebesar 2 Mega Watt. Dengan menghasilkan listrik berbahan baku limbah PKS ini, maka pengelolaan minyak sawit berkelanjutan dapat terwujud, sejalan dengan target zero waste industry (industri tanpa limbah).
Salah satu PLTBg ini, dibangun dengan dana investasi sebesar US$ 3,5 juta. Dan tahun ini, Sampoerna Agro membangun PLTBg di 2 lokasi yang berbeda, dengan kapasitas dan nilai investasi yang sama.
Gubernur Sumsel Resmikan PLTBg
Gubernur Sumsel Alex Nurdin, meresmikan PLTBg, yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komerling Ilir, Palembang, Sumatera Selatan. Dengan total Kapasitas terpasang PLTBg, sebesar 2 Mega Watt (MW).
Menurut Presdir PT Sampoerna Agro Tbk., Ekadharmajanto Kasih, pembangunan pembangkit listrik berbahan baku biogas ini, merupakan jenis energi terbarukan yang tepat untuk penyediaan listrik di masa depan.
"Target Indonesia sebesar 23% energi terbarukan dalam bauran energi nasional akan dicapai tahun 2025. Kami mendukung program pemerintah melalui pembangunan PLTBg di Sumsel," kata Ekadharmajanto Kasih.
Selain itu, menurut dia, emisi GHG yang dihasilkan dari kedua Pabrik Kelapa Sawit (PKS), Permata Bunda dan Selapan Jaya dapat berkurang sekitar 88% atau 65 juta kg CO2 dalam satu tahun.
Bio Energi dari Limbah Sawit
Kementerian ESDM RI, Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan konversi Energi, Rida Mulyana, turut memberikan apresiasi kepada PT Sampoerna Agro Tbk., dalam sambutannya menyatakan bahwa pembangunan PLTBg di Sumsel, bagi masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit, juga mendukung ketahanan energi nasional.
"Kami sangat mendukung keberadaan PLTBg yang menggunakan bahan baku dari limbah sawit, sehingga menghasilkan biogas untuk pembangkit listrik," Kata Rida Mulyana pada acara peresmian PLTBg.
Keberadaan PLTBg, juga menjadi bagian dari tugas pemerintah, untuk menyediakan listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui, direktorat yang dipimpinnya, menurut Rida, keberadaan energi baru dan terbarukan, dapat terus berperan bagi ketersediaan energi nasional. (Ery)










