Penggunaan Decanter Solid pada pembibitan kelapa sawit di main nursery sangat dimungkinkan, terlebih tidak menimbulkan efek negatif. Justru pembibitan menjadi lebih baik, hanya saja butuh Decanter Solid yang lumayan banyak.
Pembibitan merupakan langkah awal dalam penanaman kelapa sawit yang tujuannya adalah untuk menyediakan bahan tanaman yang baik, sehat, dan dalam jumlah yang cukup (Darmosarkoro, 2005). Oleh karenanya, dalam kegiatan pembibitan perlu diperhatikan dan dilakukan dengan baik, agar tujuan pembibitan dapat tercapai. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit (Sardjono, 2006). Sedangkan bahan tanaman merupakan produk yang dihasilkan dari suatu proses pembibitan yang dapat berpengaruh terhadap pencapaian hasil produksi pada masa yang akan datang.
Pemupukan adalah penyediaan unsur hara bagi tanaman, sehingga tanaman akan mampu tumbuh dengan baik dan mampu berproduksi secara maksimal (Sardjono, 2006). Pemupukan merupakan penambahan unsur hara yag dibutuhkan oleh tanaman, sehingga akan meningkatkan kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produksi tanaman menjadi relatif setabil, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan pengaruh iklim yang tidakmenguntungkan (Pahan, 2006).
Ada berbagai jenis pupuk yang digunakan di perkebunan kelapa sawit, diantaranya adalah pupuk Compound (Cpd) 25, 45, 55 dan pupuk majemuk Hi Kay. Pupuk Cpd 25 dengan kandungan unsur hara N 17, P 17, K 9 dan 2,5 % Boron. Pupuk ini digunakan pada tanaman TBM. Kemudian ada pupuk Cpd 45, pupuk ini digunakan pada pembibitan MN, dengan kandungan unsur hara N 12, P 12, K 17, 60 dan 2 % Boron. Pupuk Cpd 55, pupuk ini digunakan pada pembibitan MN dengan kandungan unsur hara N 15, P 15, K 6, dan 4 % Boron. Pupuk Hi Kay, merupakan pupuk majemuk yang digunakan pada tanaman menghasilkan, dengan kandungan unsur hara N 13, P 6, K 27, dan 0,65 % Boron. Decanter solid (DS) merupakan limbah padatan yang dihasilkan oleh sistem alat decanter di PKS. DS mempunyai beberapa unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman kelapa sawit, salah satunya adalah aplikasi di pembibitan main nursery.
Decanter solid (DS) merupakan limbah PKS dalam bentuk padatan yang berasal dari minyak kasar (crude palm oil) kemudian dipompakan kedalam alat decanter guna memisahkan solid dan liquid, dari alat sistem decanter inilah kemudian dihasilkan DS yang keluar melalui decanter outlet dan DS yang dihasilkan berwarna hitam (Deptan 2006).
Satu ton TBS berpotensi menghasilkan 40 kg DS. Adapun perhitungan perkiraan DS yang mampu dihasilkan oleh PKS PT. Swakarsa Group dari kapasitas olah TBS pabrik 90 ton/jam, dengan jam kerja rata-rata 22 jam sehari, maka diperkirakan bisa menghasilkan 79,2 ton DS/hari.
DS berasal dari daging buah yang larut dalam minyak kasar (crude oil). Rata-rata 1 ton DS mengandung unsur hara sebanding dengan 10,3 kg N, 3,3 kg P, 6,1 kg K dan 4,5 kg Mg (pahan, 2006).
Aplikasi Decanter Solid pada Main Nursery
Kebun dan pabrik haruslah saling bekerja sama agar DS yang diproduksi oleh PKS dapat dipastikan terbungkus setiap harinya dan diangkut untuk kemudian dibawa ke lapangan dan diaplikasikan. PKS bertanggung jawab dalam proses pembungkusan DS, dan kebun bertanggung jawab dalam mengatur pengumpulan dan pengangkutan dari PKS ke lapangan.........










