INFO SAWIT, MEDAN - Neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara (Sumut) terancam mengalami tekanan menyusul rendahnya harga minyak dunia dalam beberapa bulan belakangan. Bahkan, dalam dua hari terakhir harga minyak mulai jatuh di bawah level US$27 per barel, terendah sejak 2003 silam.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Ivan Iskandar Batubara mengungkapkan, rendahnya harga minyak tersebut akan menekan harga sejumlah komoditas ekspor, terutama CPO dan karet yang menjadi andalan daerah ini dalam mendongkrak devisa dari pasar ekspor.
Menurut dia, dengan tertekannya harga komoditas tersebut, otomatis akan memengaruhi perolehan devisa dari pasar ekspor. Meski volume ekspor tinggi, tetap saja devisa yang diperoleh kecil karena rendahnya harga komoditas tersebut. "Hal ini tentu akan berdampak pada neraca perdagangan," katanya seperti dikutip MedanBisnis, Kamis.
Dia menjelaskan, nilai ekspor yang rendah itu akan menggerus surplus neraca perdagangan yang sepanjang tahun lalu terus mengalami penurunan. Apalagi jika nilai impor tak bisa ditekan secara maksimal, lama-lama neraca perdagangan bakal mengalami defisit. (T2)










