INFO SAWIT, JAKARTA - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Bayu Krisnamurthi mengatakan, ekspor produk sawit yang merupakan hasil dari industri menengah lanjutan dan dalam kemasan sepanjang 16 Juli-1 Desember 2015 sudah jauh lebih besar ketimbang minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Ekspor produk sawit pada periode tersebut mencapai 16,2 juta ton, pada periode itu juga dilaksanakan program mandatori pencampuran biodiesel 15% (B15).
Bayu menuturkan, ekspor dalam bentuk refined, bleached, and deodorized palm olein (RBD palm olein) mencapai 29%, CPO sekitar 18,8%, bungkil dan residu padat lainnya sekitar 12,7%, RBD palm oil 12,6%, RBD palm stearin sekitar 6,2%, serta ekspor produk sawit dalam kemasan mencapai 1,22 juta ton. “Angka itu menunjukkan bahwa ekspor produk industri menengah lanjutan dan dalam kemasan sudah jauh lebih besar dari CPO. Terjadi peningkatan ekspor produk yang selama ini dikategorikan limbah," kata Bayu kepada InfoSAWIT di Jakarta, Kamis. (T2)







